Review AirPods Max 2: Worth It Beli di 2026? Kelebihan & Kekurangan
Sebagai jurnalis teknologi yang sudah mengikuti perkembangan lini AirPods sejak 2020 dan sempat mencoba berbagai headphone over-ear premium, saya menghabiskan waktu sekitar tiga minggu menguji AirPods Max 2 secara intensif. Saya pakai untuk perjalanan harian di Jakarta yang macet, sesi kerja di kafe, mendengarkan musik sambil berolahraga ringan, hingga panggilan video panjang. Hasilnya tidak hitam-putih. Ada hal yang benar-benar membaik, ada pula yang masih menjadi titik lemah.
Artikel ini bukan sekadar daftar spesifikasi. Saya akan membahas secara mendalam apa yang benar-benar berubah, bagaimana rasanya dipakai sehari-hari, siapa yang sebaiknya membeli, dan siapa yang lebih baik menunggu atau memilih alternatif lain.
Apa yang Benar-Benar Baru di AirPods Max 2
AirPods Max 2 hadir dengan chip H2 yang menjadi otak utama perubahan. Chip ini memungkinkan pemrosesan audio komputasional yang jauh lebih canggih dibandingkan chip H1 di generasi pertama. Hasilnya terasa pada tiga aspek utama: peredam bising aktif (ANC), kualitas suara, dan fitur-fitur pintar.
ANC kini diklaim hingga 1,5 kali lebih efektif. Dalam pengujian saya di dalam mobil yang sedang melaju di tol dalam kota Jakarta, suara mesin dan klakson berkurang jauh lebih signifikan dibandingkan generasi lama. Transisi ke mode Transparency juga lebih mulus dan natural. Suara sekitar terdengar lebih jernih tanpa terasa “berongga” seperti yang sering terjadi pada headphone ANC generasi sebelumnya.
Kualitas suara mengalami peningkatan berkat amplifier high dynamic range baru. Bass terasa lebih dalam dan terkontrol, vokal lebih jernih, dan detail instrumen kecil lebih mudah terdengar. Saya mencoba mendengarkan lagu-lagu dengan produksi kompleks seperti album The Dark Side of the Moon dan folklore Taylor Swift. Perbedaannya tidak revolusioner, tapi terasa lebih “dewasa” dan enak didengar dalam waktu lama.
Fitur baru yang paling berguna adalah Conversation Awareness dan Live Translation. Saat seseorang berbicara kepada Anda, musik otomatis turun volumenya dan mode Transparency aktif. Fitur ini bekerja sangat baik dalam situasi kafe atau kantor terbuka. Live Translation juga sudah bisa digunakan untuk percakapan sederhana dalam beberapa bahasa, meski masih terbatas pada bahasa-bahasa utama.
Pengalaman Penggunaan Sehari-hari: Nyaman tapi Berat
Salah satu hal yang paling sering ditanyakan orang adalah: apakah desainnya berubah? Jawabannya hampir tidak. AirPods Max 2 masih menggunakan bingkai aluminium dan earcup yang sama ikoniknya. Beratnya tetap sekitar 386 gram tanpa case. Bagi saya yang sudah terbiasa memakai headphone berat, ini masih bisa ditoleransi untuk sesi 3–4 jam. Namun setelah 5 jam terus-menerus, leher mulai terasa pegal.
Case-nya juga masih sama: berbentuk seperti dompet kecil yang tidak bisa melindungi headphone dengan baik saat dimasukkan ke dalam tas ransel. Saya pernah mengalami sedikit goresan pada earcup karena case ini tidak cukup empuk. Ini menjadi salah satu kekurangan yang paling saya rasakan sejak generasi pertama.
Battery life tetap sampai 20 jam dengan ANC menyala. Dalam pemakaian nyata saya (musik + ANC + sesekali panggilan), biasanya bertahan 17–18 jam sebelum harus di-charge. Pengisian cepat juga tetap ada: 5 menit charge bisa digunakan sekitar 1,5 jam. Cukup andal untuk perjalanan jauh.
Kenyamanan earcup sendiri cukup baik. Bantalan busa memory foam menempel rapat di telinga tanpa terasa panas berlebihan, meski di cuaca Jakarta yang lembab. Saya bisa memakainya selama meeting online dua jam tanpa harus melepasnya.
Kelebihan AirPods Max 2 yang Paling Terasa
Menurut pengalaman saya, ada beberapa kelebihan yang benar-benar membuat AirPods Max 2 menonjol di 2026:
Pertama, integrasi dengan ekosistem Apple sangat mulus. Beralih dari iPhone ke MacBook atau iPad hanya dengan sekali ketuk. Spatial Audio dengan head tracking juga semakin matang. Saat menonton film di MacBook, efek suara mengikuti gerakan kepala dengan sangat natural.
Kedua, ANC dan Transparency mode kini berada di level yang sangat kompetitif. Bagi orang yang sering berada di lingkungan bising seperti commuter KRL atau kafe ramai, ini adalah peningkatan yang signifikan.
Ketiga, fitur Conversation Awareness dan Voice Isolation membuat panggilan suara dan video terasa lebih profesional. Suara Anda terdengar lebih jernih meski berada di tempat ramai.
Keempat, build quality tetap premium. Material aluminium dan stainless steel terasa kokoh di tangan. Banyak orang yang memegangnya langsung bisa merasakan bahwa ini bukan headphone murahan.
Kekurangan yang Masih Belum Teratasi
Di sisi lain, ada beberapa hal yang masih menjadi batu sandungan:
Harga tetap Rp 11–13 juta tergantung penjual dan warna. Di kisaran harga ini, banyak kompetitor yang menawarkan spesifikasi lebih seimbang, terutama dari sisi bobot dan case.
Desain yang tidak berubah berarti masalah klasik masih ada: berat untuk pemakaian lama dan case yang kurang praktis.
Tidak ada peningkatan signifikan pada battery life. Masih sama 20 jam dengan ANC. Sementara beberapa kompetitor sudah mencapai 30–40 jam.
Fitur Live Translation masih terbatas dan kadang terasa kurang natural jika lawan bicara berbicara cepat atau dengan aksen kuat.
Bagi pengguna yang sudah memiliki AirPods Max generasi pertama (apalagi yang sudah versi USB-C), upgrade ke Max 2 tidak terasa mendesak. Peningkatan ANC dan fitur baru memang ada, tapi tidak sebesar yang diharapkan banyak orang setelah menunggu lebih dari lima tahun.
Apakah Worth It Beli AirPods Max 2 di 2026?
Jawabannya sangat tergantung pada kebutuhan dan prioritas Anda.
Beli sekarang jika:
- Anda sudah dalam ekosistem Apple dan menginginkan pengalaman yang paling mulus.
- ANC dan kualitas suara adalah prioritas utama.
- Anda sering melakukan panggilan video atau meeting online.
- Budget tidak menjadi masalah besar dan Anda ingin produk yang “set and forget”.
Pertimbangkan alternatif atau tunggu jika:
- Anda mencari headphone yang ringan untuk pemakaian seharian.
- Case yang praktis adalah kebutuhan penting.
- Anda ingin value for money terbaik (banyak pilihan di bawah Rp 8 juta yang sudah sangat mumpuni).
- Anda sudah punya AirPods Max generasi pertama dan tidak merasa kekurangan fitur.
Dalam pengujian saya, AirPods Max 2 adalah headphone terbaik untuk pengguna Apple yang mengutamakan kenyamanan ekosistem dan ANC kelas atas. Namun jika Anda mencari headphone over-ear terbaik secara keseluruhan di 2026 tanpa mempertimbangkan ekosistem, ada beberapa pilihan lain yang lebih seimbang dari sisi harga dan fitur.
Tips Praktis Sebelum Memutuskan Membeli
- Coba dulu secara langsung jika memungkinkan. Banyak Apple Store atau authorized reseller menyediakan unit demo. Rasakan sendiri beratnya dan bagaimana ANC bekerja di lingkungan Anda.
- Hitung kebutuhan battery. Jika Anda sering lupa charge dan butuh pemakaian lebih dari 20 jam, pertimbangkan headphone lain.
- Perhatikan promo. Di pertengahan 2026, kadang muncul diskon atau bundling dengan Apple Music. Tunggu momen seperti itu jika budget ketat.
- Pertimbangkan kebutuhan case. Jika Anda sering membawa headphone di dalam tas, siapkan budget tambahan untuk case aftermarket yang lebih baik.
- Pikirkan jangka panjang. AirPods Max 2 kemungkinan akan mendapat update software bertahun-tahun ke depan berkat chip H2. Ini bisa menjadi nilai tambah jika Anda berencana memakainya 4–5 tahun.
FAQ Review AirPods Max 2
Kesimpulan dan Ajakan
Setelah menguji secara menyeluruh, AirPods Max 2 adalah evolusi yang solid, bukan revolusi. Ia memperbaiki beberapa kelemahan generasi pertama, terutama di bidang ANC dan fitur pintar, tanpa mengubah identitas desain yang sudah ikonik. Bagi pengguna Apple yang menginginkan pengalaman terbaik dalam ekosistem, ini adalah pilihan yang sangat memuaskan. Namun bagi yang mencari value maksimal atau desain lebih ringkas, masih ada ruang untuk mempertimbangkan opsi lain.
Sekarang giliran Anda. Apakah Anda sudah mencoba AirPods Max 2 atau masih mempertimbangkan untuk membelinya? Bagaimana pengalaman Anda dengan headphone over-ear premium lain? Tuliskan pendapat dan pengalaman pribadi Anda di kolom komentar di bawah. Saya akan membaca dan merespons setiap komentar yang masuk.
Terima kasih sudah membaca review ini sampai selesai. Semoga membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.


Posting Komentar